Category: Sajak

Untukmu

~Kado Tanpa Rupa~

Ku tulis kata-kata yang ada di hatiku
agar kamu bisa membaca isi hatiku
sebaris dua baris berhasil ku lukiskan di kertas
bayangmu yang membuatku semangat menulis

lembaran putih ku hias dengan coretan
mungkin tanpa makna atau justru sebaliknya
bait demi bait ku goreskan
untukmu yang selalu mencintaiku

di hari ini,
hari kelahiranmu
dimana engkau sekarang menjadi dewasa
aku harap engkau tetap menjaga cinta itu

secarik kertas untukmu
yang ada di jauh sana
Selamat ulang tahun kamu
doaku mengiringi langkahmu.

cinta tak mengenal jarak
hambatan akan terasa indah
jika dilewati dengan ikhlas
sekali lagi, selamat ulangtahun buat kamu.

***

Tulisan di atas sekarang aku tambah. Continue reading “Untukmu”

Malam Bersemayam di Kedinginan

Langit basah
Bumi subur daun mengembun
dingin masuk dalam pori-pori kulit
mata melihat lampu-lampu yang redup

kunang-kunang yang biasanya berkelip
tak terlihat di malam itu
rindu menyatu dalam gelap
rongga-rongga malam yang berselimut dingin

jam dinding membunyikan setiap pergantian detik
waktu berlalu dengan sepi
nada-nada air yang turun begitu sendu
sajak yang romantis tercipta

malam bersemayam di kedinginan
dengan penuh kerinduan
tertitip rindu dalam dingin
di hati yang pilu.

oleh Robit Mikrojul Huda

Nyanyian dari Lembah Sunyi

Nyanyian dari Lembah Sunyi

Terdiam dalam malam yang mencekam
manusia terjebak dalam hidup yang penuh luka
menanti kebahagiaan yang tak kunjung tiba
lembah yang sunyi menikam jiwa-jiwa penuh derita

terjebak ataukah direnggut?
yang pasti banyak kebahagiaan yang hilang
siapa predator kebahagiaan jiwa-jiwa kami?
yang makan tanpa belas kasihan

predator dengan murka memangsa hak kami
kebiadabanmu akan segera berakhir
ayo jiwa jiwa yang tertindas
bersatu lawan iblis-iblis negeri ini

teriakan-teriakan dari malam sunyi
dari lembah yang sepi
akan hempaskan sang predator ke jurang kematian
sesungguhnya koruptor biang masalah negeri ini.

REVOLUSI segera datang!!!

oleh Robit Mikrojul Huda
Jakarta, 22 Januari 2013

Kamu

Kamu membuat gelisah hatiku
malam-malamku susah tidur karenamu
bintang tak mau mengerti keadaanku
yang resah , gundah karena merindukanmu
tiga tahun bersama
membuat aku mengerti apa itu cinta
cinta yang kau tanamkan begitu indah di hatiku
kamu juga yang mengajariku apa itu sebuah pengkhianatan
bulan desember duaribu duabelas
kau mengucapkan kalimat yang membuat hatiku hancur
berserakan dan tak mungkin bisa bersatu lagi
rapuh,
aku tak kuat melihat kamu bersamanya
daun gugur dihembus angin sore
aku tak akan menyalahkan kamu
seperti daun yang tak menyalahkan angin sore
semoga lukaku juga ikut terbang dibawa angin itu
aku dan kamu akan jadi kenangan.

oleh Robit Mikrojul Huda
@RobitMH
Jakarta, 31 Desember 2012

Catatan Suatu Sore

Langit gelap menutup bumi
warna merah jingga di barat tak muncul
angin semilir menerpa lekuk tubuh
dan suara gemericik air sungai di depan rumah

Jalanan sepi
suasana yang menentramkan hati
di depan rumah aku menikmati sore
burung berterbangan pulang ke sarangnya

Secangkir kopi hitam di meja depan rumahku
sesekali ku tengguk untuk menghangatkan tubuh
bocah-bocah mengayuh sepeda penuh lesu
pulang dari belajar mengaji

Catatan yang indah
di desa yang dikelilingi sawah

Oleh Robit Mikrojul Huda
Follow my Twitter @RobitMH
Ngawi, 23 Desember 2012

Stasiun Walikukun

Ketika adzan Isya’ berkumandang
aku dengan berat hati
meninggalakan desa
tanah kelahiranku

Ditemani bapak dan ibu
ku langkahkan kakiku
menuju stasiun
di mana orang-orang berkumpul
menunggu kereta
yang selalu terlambat itu

Aku pamit kepada ibu
seketika airmata pecah dan mengalir ke pipi
semakin tak tega
meninggalkan ibu yang menangis sendu

Hawa dingin menyeruak ke tubuh
dan guguran daun bambu kering
menghiasi malam tanpa bintang
airmata pun tak kuasa jatuh
sedikit ku alihkan perhatian
ke tulisan-tulisan di dinding yang bikin pusing

Keterangan: gambar dari http://semboyan35.com

@RobitMH
Walikukun, 26 Desember 2012