Rencana reuni bersama teman kecil

Rencana reuni bersama teman kecil

Menurut survey dan penelitian, bahwa teman sejati atau sahabat itu kita dapatkan ketika masa sekolah menengah atas. Kenapa bisa seperti itu? Mudah saja jawabnya, adalah karena zaman SMA umumnya adalah dimana seseorang mencari jati diri. Kalimat di atas terlontar dari teman SD saya. Lantas saya mengiyakan dan ngangguk-nganggukin kepala, seraya mikir, iya juga sih. Obrolan tersebut terjadi di Facebook beberapa hari lalu.

Saya berpikir, Sekolah Dasar saya dulu muridnya hanya berjumlah 22 anak. Terdiri dari 3 kampung. Tapi sebagian besar muridnya dari kampung saya. Namun, dalam moment lebaran, kita sulit dipertemukan. Entah karena kesibukannya masing-masing atau hal-hal yang tak bisa mempertemukan kami. Padahal jarak dari kampung ke kampung teman-teman saya hanya sepelemparan batu.

Setelah lulus, sudah sepuluh tahun lewat. Saya berpikiran, bagaimana jika lebaran tahun depan untuk mengadakan sebuah reuni. Acara kecil-kecilan, kumpul bersama teman kecil, ngobrolin hal-hal lucu dan lainnya.

Lebaran kemarin, saya hanya ketemu dengan teman SD dan ngobrol hanya beberapa orang. 2 laki, 2 perempuan. Ketemu beberapa lagi sih, tapi hanya sekilas dan lewat begitu saja. Yang perempuan itupun saya sambangi ke rumahnya masing-masing. Melihat keadaan terbarunya seperti apa.

Teman kecil (SD) adalah teman yang mempunyai waktu kebersamaannya panjang sekali. Dari kelas satu hingga kelas enam. Enam tahun berteman, bersama-sama. Dari belajar baca-tulis, hitung penjumlahan dasar, belajar menggambar, belajar menulis aksara jawa (Hanacaraka – yang selalu salah di mata guru & kepala sekolah) dan hal-hal elementer lainnya.

Tapi setelah lulus pada menghilang, dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang masih konsisten tinggal di kampung, merantau di luar kota, pulau, sekolah di luar negeri (dapat beasiswa cuy!) dan lainnya.

Teman kecil saya sebagian besar sudah menikah. Menambah satu persoalan lagi, bahwa mereka akan lebih sulit untuk diajak reuni. Ya, dengan kesibukannya keluarga kecil barunya. Lalu, saya berpikir, masak meluangkan waktu barang satu jam atau dua jam dalam lebaran tahun depan masak tak bisa sih.

Saya adalah orang yang tak pandai mengorganize orang. Walaupun dengan teman kecil sekalipun.

Pikiran reuni itu saya paparkan terhadap teman saya. Ari “Kentung” Widodo dulu ketika di sekolah selalu mendapat ranking satu. Saya obrolin ke dia. Siapa tahu mau merealisasikan ide saya. Namun, jawabannya kurang lebih begini “lhawong yang punya ide kamu, kok yang mengeksekusi orang lain”. Jawab dia dengan tegas! Mampuslah saya kalau seperti ini.

Reuni teman SD adalah hal yang paling susah bagi saya. Berbeda dengan teman SMP, dan SMA. Saya setiap pulang lebaran, selalu menyempatkan diri untuk berkumpul dengan teman SMA, barang beberapa jam saja. Walaupun tak semua bertemu. Namun kontinyu, kita bisa saling berkumpul. Dan ujung-ujungnya saling merisak (bully) satu sama lain, karena lama tak berjumpa.

Sahabat atau teman sejati memang tak harus mendampingi kita setiap saat. Sahabat tak mengenal jarak. Teman-teman kecil saya entah pada kemana, tapi satu yang saya ingat hingga hari ini, bahwa dulu kita pernah melewati hari-hari dengan penuh kekonyolan, yang kadang tak masuk akal untuk ukuran saat ini.

Di kala seperti ini, pikiran saya untuk mengadakan reuni sangat menggebu-gebu. Semoga lebaran tahun depan bisa terealisasi.

Sheila On 7 “Sebuah Kisah Klasik”

Dari teman kecilmu.

Sumber foto dari : lampung7.com – SEMARANG (13/7) Seorang siswa menguap saat mengikuti upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2010/2011  di SD Sompok foto SI/Arif Nugroho.
Advertisements

One thought on “Rencana reuni bersama teman kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s