You are just a memory

You are just a memory

Sudah lama kau dan aku tak berhubungan (SMS, Telpon dll). Dan aku sudah membuang jauh-jauh pikiranku terhadapmu. Dulu hampir setiap waktu di otakku hanya ada kamu, di kala kerja, main, belajar dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dulu kau mengisi penuh pikiranku, kamu, kamu selalu ada di pikiranku.

Hingga tiba di satu titik, kau dengan mudahnya meninggalkanku. Oke, memang aku dan kau tak resmi berhubungan, pacaran. Tapi, kau menghilang dan mudahnya melupakanku dengan alasan-alasan yang tak jelas darimu.

Lama menghilang, dan entah ada angin apa. Kini kau tiba-tiba datang dan sok perhatian dan ngajak ketemu. Hei, aku bukan boneka. Aku manusia. Menurutmu itu hal yang biasa dan ajakan main saja, tapi buatku adalah hal menuju pesakitan. Sakit karena mengingat masa-masa denganmu. Ketika main bareng dan lainnya.

Aku bukannya sok dingin dan acuh. Tapi aku hanyalah menghindari kejadian dulu terulang lagi. Aku tak mau menjadi keledai yang mengulangi kesalahannya berulang. Aku hanya mencoba untuk melupakanmu, membuang jauh-jauh kau di pikiranku. Setidaknya aku berhasil dan sudah biasa dengan kesendirianku. Bagiku, kau adalah masa lalu.

Kau gampang berjanji, apakah kau masih ingat janjimu dulu? Kau mengabaikan dan ingkar terhadap janjimu. Tak perlu aku tulis di sini tentang apa janjimu, tak perlu aku ingatkan. Karena janji adalah hal yang sakral dan tak mudah untuk ditepati jika kau tak sanggup.

Aku bersikap seperti ini adalah hal wajar. Dengar, aku sudah melupakanmu. Melupakan hal-hal yang ada pada dirimu. Aku kini menjalani hidupku seperti biasanya, dengan kesederhanaanku, dengan langkah maju tanpa memikirkanmu. Kau hanyalah masa lalu dan kau sudah hilang dalam pikiranku. Kau adalah bagian dari pengalamanku, agar aku tak mudah percaya dengan janji.

Setiap orang mempunyai sudut pandang masing-masing. Dan aku sudah berniat melupakanmu sebisaku, semampuku dan sekuat tenaga. Oh tidak, aku tidak lebay dalam hal ini, aku hanya melakukan apa yang aku bisa, apa yang akan ku lakukan di pikiranku, dan langkah-langkah ke depan yang akan ku tempuh.

Dulu aku terlalu bodoh. Dan bisa-bisanya aku melalui itu semua denganmu. Bodohnya diriku, mengemis-ngemis cinta macam aku ini tak ada harganya. Sudahlah, semuanya sudah lewat, dan waktu terus berjalan.

Aku sudah beda, aku tak seperti dulu.

Lupakanlah aku, seperti aku melupakanmu

Apalah kau ini, muncul tiba-tiba tanpa merasa bersalah….

Lalui hidupmu tanpaku, kau boleh mengingatku tapi kau tak bisa mengulangi masa-masa seperti dulu. Aku, sudah mempunyai kehidupanku sendiri.

Semoga kau ingat, bahwa dulu ada seseorang lelaki yang mencintaimu tapi kau sia-siakan. Semoga kau banyak belajar dari masa lalumu, semoga kau bisa tau apa artinya mencintai dan dicintai.


I’m better off without you anyway

I thought it would be hard but I’m OK
I don’t need you if you’re gonna be that way
Because with me, it’s all or nothing

Sumber foto dari kerygmateenz.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s