Dunia Marketing

Dunia Marketing

Bekerja di dunia marketing adalah pekerjaan yang susah-susah gampang. Saya adalah seorang pekerja di dunia marketing, yang ketika masih sekolah atau setelah lulus tidak mengharapkan sebuah pekerjaan di bidang tersebut.  Tapi apa boleh buat, pekerjaan pertama saya adalah marketing, walaupun hanya berjalan kurang dari 3 bulan.

Saya melanjutkan lagi atau bekerja di bagian Administrasi. Itu pun berjalan tak kurang dari enam bulan.  Setelah itu, pekerjaan saya sampai sekarang 3 tahun lebih adalah di dunia marketing. Suka tidak suka saya jalani. Walaupun saya tidak nyaman hingga saat ini, tapi sudah terlanjur masuk “perangkap” dunia marketing.

Untuk segi finansial sih saya bisa dibilang lumayan, di atas rata-rata sedikit dengan teman-teman saya.  Tapi, waktu bekerja saya sangat menyita sekali, berangkat pagi-pagi sekali, sampai rumah malam kadang bisa larut. Pernah beberapa kali pulang jam 5 sore, itu pun jarang dan bisa dihitung dengan jari dalam 2 tahun belakangan.

Siapa bilang kerja menjadi marketing bisa bermain dengan waktu dan seenaknya sendiri? Itu hanyalah omongan orang yang gak berjibaku dengan dunia marketing. Atau hanya sekadar melihat sedikit kegiatannya saja. Coba dibedah isi kepala para marketing itu, penuh tekanan, target dan target. Fiuh!

Saya di dalam bidang yang lain tak bisa mengerjakan, bisa dikata saya belum menemukan dunia yang cocok di dlaam mencari pekerjaan.  Kadang saya merasakan bosan yang sangat memuncak, ingin pindah pekerjaan dan mencari kenyamanan. Tapi, wacana saya tinggallah wacana.

Dibalik tekanan dan pekerjaan yang agak melelahkan, saya menikmati hasilnya. Bisa beli ini dan itu apa yang saya suka, kalau untuk rumah dan mobil memang belum.  Lalu lintas keuangan seorang marketing sangat padat. Boros, royal, mengeluarkan uang dengan gampang. Maka tak ayal lagi, baru pertengahan bulan uang di dompet, limit di kartu, persediaan di tabungan sudah kering alias ludes.

Seperti orang-orang berkata “duit setan dimakan iblis” ya, kadang saya setuju dengan kalimat tersebut. Saya merasakan hal seperti itu. Padahal saya terima dari perusahaan tempat saya kerja sebulan 3 kali. Tanggal 1, 20 dan 25. Itu sudah termasuk insentif dan bonus. Jika seorang marketing tak punya manajemen yang bagus, tepat dan gesit maka hal seperti di atas adalah dampaknya. Mayoritas marketing mendapat permasalahan ini.

Dalam hal menabung, adalah kelemahan saya. Maka itulah saya bekerja dari lulus sekolah hingga sekarang tak punya hasil tabungan apa-apa. Berbeda dengan teman saya, apalagi teman sekolah dulu. Setiap pulang lebaran, saya selalu pulang. Dan mendapat cerita-cerita baru dan hasil kerja teman-teman saya. Barangkali itulah salah satu kelemahan dalam hidup saya, sampai sekarang.

Jika membaca di website atau blog tentang perencanaan keuangan memang sangat menggiurkan. Kata seorang ahli keuangan atau perencanaan keuangan berkata “sisihkan beberapa persen penghasilan anda untuk ditabung, atau investasi jangka panjang” saya sudah dan niat seperti itu, tapi jika waktu mendapat upah, penghasilan saya sudah terkavling hutang ini dan itu, bayar ini-itu. Gajian langsung amblas buat bayar tagihan. Hikkksss

***
Digital Marketing;

Balik lagi dalam dunia marketing. Seiring dengan kemajuan zaman yang kian hari perubahannya semakin cepat. Maka, saya sejak beberapa bulan terakhir ini ingin mencoba dunia digital marketing. Butuh beberapa tahun lagi-kah, untuk mematahkan atau menutup marketing konvesional?

Sudah beberapa tahun terakhir ini, online-shop begitu menjamur dan terus menerus merambah di Indonesia.  Saya ingin masuk dalam dunia itu, menikmati di depan laptop hingga larut malam. Tantangan bagi saya. Melihat banyak beralihnya generasi muda yang beralih profesi ke digital marketing, yang penghasilan tiap bulannya bisa mencapai dua digit, siapa yang tidak tergiur dengan semua itu?

Jika kau tidak menjadi bagian dalam perkembangan teknologi yang semakin hari makin banyak saingannya, maka kau akan tertinggal dan menjadi bagian dari penonton saja, dan tentu rasanya tidak enak.

Hari demi hari, Orang kreatif dalam dunia digital akan dibutuhkan dan akan selalu dibutuhkan.  Memulai dengan sebuah usaha online (start up) harus berlandaskan motivasi tinggi, dan kreatif. Berbeda dengan 5 tahun yang lalu, jika seorang ingin mendirikan usaha, maka modal finansial adalah yang utama. Saat ini, beda. Berjualan melalui media sosial, yang sangat cepat dan mudah. Jaringan yang luas juga termasuk modal utama dalam membangun digital marketing.

Detik-detik terakhir ini saya mencoba memahami dunia online marketing. Siapa tahu bisa menjalani dan terlibat di dalamnya. Untuk kakak-kakak yang malang melintang dalam dunia digital marketing, bolehlah saya diajarin dan direkrut. Ihiii!!

ilustrasi gambar dari Shutterstock.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s