Mudik

Mudik

Lebaran tahun ini sudah di depan mata. Tinggal menghitung hari saja. Berarti mayoritas perantau melakukan atau menuntaskan kegiatan rantau mereka dengan mudik. Mudik adalah kegiatan pulang kampung setiap setahun sekali ketika lebaran. Di Indonesia sendiri kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Mudik biasanya dilakukan ketika lebaran kurang dari seminggu. Dan puncaknya 1-2 hari sebelum lebaran tiba. Kenapa puncaknya mepet banget dengan lebaran? Jawabannya simpel sekali, karena para perantau (karyawan dan lainnya) itu diberi libur dari perusahaan ya di tanggal-tanggal itu.

Seperti saya sendiri misalnya, di perusahaan tempat saya bekerja memberikan libur kepada karyawannya pada satu hari sebelum lebaran. Mepet sekali bukan? Tapi itu tak jadi masalah, kita harus menghargai kebijakan perusahaan masing-masing. Lalu liburnya hanya enam hari saja. Maksudnya H+5 saya sudah masuk kerja kembali. Singkat sekali memang, tapi ya mau bagaimana lagi. kita taati peraturan, karena sumber dari penghasilan kita ya dari perusahaan tersebut.

Di hari ini (11 Juli 2015) sudah banyak yang mudik. Di jalanan sudah banyak pengendara motor yang berboncengan serta membawa tas-tas yang besar. Pun dengan kendaraan mobil, di atas mobilnya banyak peralatan dan barang bawaan untuk dibawa pulang kampung.

Jika sudah seperti itu, maka sebentar lagi jalanan Jakarta akan menjadi lengang. Para pedagang semakin berkurang dan puncaknya jakarta menjadi sepi. Tenang, keadaan itu hanya berjalan selama seminggu saja. Setelah itu jakarta seperti biasanya. Jalanan padat merayap, suara klakson dimana-mana dan lainnya.

Mudik bagi saya sangat menyenangkan. Kita selama satu tahun tidak bertemu teman-teman kampung, teman sekolah, orangtua, keluarga bahkan pacar. Maka puncak atau membayar rasa tidak bertemu itu ya di hari lebaran itu. Para perantau rela mengantri berjam-berjam bahkan sampai tidur di stasiun untuk mendapatkan sebuah tiket untuk mudik. Ada juga yang mengendarai kendaraan pribadi.

Mudik dengan kendaraan pribadi sebetulnya dibilang sedikit tidak aman namun irit. Misalnya begini, mudik dengan motor. Untuk biaya bahan bakar sih tak seberapa, tapi untuk fisik kita betapa melelahkan. Macetnya menuju kampung halaman sangat naudzubillah sekali. Jika kita tak pandai mengatur fisik, bisa-bisa kita kelelahan saat mengendarai dan terjadi kecelakaan.

Mudik dengan motor adalah bisa dibilang pilihan terakhir atau terpaksa? Membeli tiket kereta susah, pun membeli tiket pesawat mahalnya minta ampun. Harga bisa dua kali lipat dari biasanya bahkan lebih. Maka satu-satunya jalan ialah dengan mudik naik sepeda motor. Itu terjadi di kebanyakan perantau yang berasal dari daerah jawa tengah, timur dan sekitarnya.

Saya sendiri pernah sekali mudik dengan naik sepeda motor, dan kapok. Waktu itu tahun 2012. Saya berangkat dari Jakarta sekitar pukul 12 malam, dan tiba di kampung halaman (Ngawi – Jawa Timur) jam 09 malam. Hitunglah! jarak tempuh saya menghabiskan 21 jam di jalanan.

Walaupun setiap beberapa jam saya istirahat di tempat SPBU, tapi tak membuat saya hilang lelahnya. Saya tak bisa tidur sama sekali di pom bensin. Beruntunglah mereka yang mudik dan istirahat di pinggir jalan dan bisa tidur barang beberapa menit. Saya tidak bisa sama sekali, yang hanya di pikiran saya hanya cepat sampai rumah dan tidur.

Saya di jalan ketika mudik naik motor melihat berbagai macam kecelakaan. Jika sudah sampai di daerah Brebes, maka pemudik bagaikan punya nyawa lebih. Naik motor kencang sekali dengan knalpotnya racing, tanpa menghiraukan pengendara lain. Salip kanan, salip kiri dan gas terus.

Itu saya alami sendiri. Dan cukup sekali saja saya mudik dengan sepeda motor. Jika kehabisan tiket kereta ya terpaksa naik pesawat (walaupun sangat menguras kantong) tapi mau bagaimana lagi, karena mudik adalah budaya kita yang asik ini, maka biaya bisa kita kesampingkan dulu. Walaupun dengan hutang ke temannya, atau bank atau lainnya. Karena mudik adalah salah satu cara kita reuni ke masa kecil. Tabik!

catatan : ilustrasi gambar dari review.els.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s