Martin Aleida

Martin Aleida

Hari-hari akhir ini, saya sedang gemar membaca cerpen-cerpenya Martin Aleida. Saya suka dengan gaya tulisannya. Beliau adalah Mantan wartawan Harian Rakjat yang berafiliasi dengan PKI dan pernah juga bekerja di Majalah Tempo besutan Goenawan Mohamad. Tulisan atau cerpennya kebanyakan berlatar belakang peristiwa 1965. Melalui cerpen-cerpennya kita bisa mengetahui bahwa setengah abad lalu, di negeri ini terjadi sebuah pembantaian terhadap orang “kiri” atau yang terlibat dengan PKI. Ya, partai itu sampai sekarang atau paham itu  masih menjadi “musuh negara”. Padahal yang membuat atau mengaharamkan keberadaan paham itu (baca Soeharto)  sudah lengser tujuh belas tahun silam. Memang, kroni dan para penjilat atau pemikirannya masih hidup sampai sekarang. Masyarakat kita hari ini, jika mendengar kata komunis, yang dipikirkannya adalah kejam, sadis, tak punya agama dan wajib dibunuh dan lain sebagainya. Itu terjadi karena sewaktu orde baru berlangsung, setiap tahun disuguhkan film tentang G30S. Sampai dosen saya, yang katanya “aktivis” masih saja termakan oleh propaganda film itu. Ah, kau pak, katanya kau orang terpelajar tapi kau masih saja membebek pada orde baru. Stigma itu masih berlangsung hingga sekarang.

Berbeda dengan generasi saya, generasi 2000-an. Film yang katanya tontonan wajib setiap tahun itu belum dan mungkin mayoritas belum menontonnya. Bagi generasi saya, memang propaganda lewat film itu tidak dilakukan oleh negara. Tapi, lewat buku pelajaran semasa sekolah dasar tetap saja dimasukkan tema itu. Dulu pelajaran tentang G30S itu kalau tidak salah pada kelas lima. Sampai saya lulus sekolah, saya beranggapan bahwa komunis itu tidak punya agama dan lain sebagainya. Hingga pada akhirnya saya sedikit demi sedikit mengetahaui apa yang sebenarnya terjadi.  Pembelokkan sejarah sudah diterapkan negara melalui sekolah-sekolah. Hingga saat ini, sejarah itu masih dikaburkan. Ya, salah satu musabab adalah kroni atau beberapa pelaku masih menikmati kekuasaan di negeri yang katanya beradab ini. Apakah akan kelam sejarah ini? Sejarah yang memakan korban manusia 500.000 bahkan ada yang menyebut 3 juta nyawa menghilang? Adalah tugas kita semua, generasi muda untuk meluruskan sejarah. Bahwa pengakuan dan perminta maafan negara atas sejarah ini penting dilakukan. Sudah sepantasnya generasi muda mengetahui kebenaran sejarah yang dibelokkan selama lima puluh tahun ini. Mau sampai kapan negara bungkam dalam peristiwa ini.

Walaupun darah sudah mengering, tapi luka di dada takkan bisa melupakan. Para korban beserta keluarga korban yang dicap merah masih mengingat baik-baik bahwa bapaknya, paman, kakak adik serta ibunya diambil paksa oleh negara tanpa mereka tahu kesalahannya. Diambil paksa, serta tak kembali selama-lamanya. Nyawa bagaikan mainan penguasa waktu itu. Dan juga para eksil yang terkatung-katung di negeri orang, masih mengingat betapa rindunya pada tanah air serta keluarga yang menunggu di sini tanpa tahu nasibnya.

Perstiwa ’65 adalah peristiwa sejarah kelam negeri ini. Doa-doa saya panjatkan untukmu korban tangan besi orde baru. Tak tahu keslahanmu tapi membuat nyawamu hilang. Ku persembahkan mawar hitam lambang duka, luka sejarah yang abu dan kabur.

martin aleida
martin aleida

Pria kelahiran Tanjung Balai Sumatera Utara 31 Desember 1943 ini adalah salah satu penulis yang [mungkin] fokus dalam peristiwa ’65. Ceritanya membikin sesak dada pembacanya. Kegetiran yang dirasakan sangat menggilas perasaan. Hormat saya untuk bung Martin yang tetap menulis di usia senja dan merangkai kata demi kata. Gaya tulisannya tidak menampakkan usianya. Gaya tulisannya jelas arahnya serta ingatan-ingatan yang rinci serta gamblang. Saya terus mengikuti kegiatannya di Facebook, beliau termasuk aktif di dunia maya. Postingan-postingannya membikin saya betah untuk berlama-lama masuk ke dalam dunia bung Martin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s