Curhat dan Galau

Curhat dan Galau

Hi, udah lama gak update di blog…

Tulisan kali ini gua akan ngebahas tentang kesibukan gua sebulan terakhir ini.

lelaki menunduk sambil ngerokokMasalah pertama adalah di akhir bulan februari gua ngebet banget mau kost dekat kantor. Minggu terakhir di bulan februari gua sibuk banget mencari info kost. Gak hanya di online gua mencarinya, bahkan muter-muter sekitaran tempat kerja gua blusukin untuk mendapatkan kost yang cocok bagi gua. Dan akhirnya, pencarian gua membuahkan hasil. Dengan tanya sana-sini, gua mendapatkan kost yang kesan pertama gua nyaman, dan bersih. Dan gua ngasih uang muka kepada yang punya kost. Tak seberapa sih, uang mukanya, kata bapak kostnya untuk “tanda jadi, biar kalo ada orang yang nyari kost disitu dibilang sudah penuh”. Memang, di kost yang gua tuju itu terdapat enam kamar, dan tinggal satu yang belum terisi.

Setelah uang muka gua bayar kepada pemilik kost. Akhirnya gua balik ke kantor dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, gua ngobrol dengan kakak gua bilang akan kost belakang kantor. Kakak gua sih, antara setuju dan tidak setuju. Memangnya kamu udah siap kost sendiri? Makan kamu nanti gimana? Kalo kost boros loh, dan berbagai pertanyaan dilontarkan ke gua. Jawaban gua sih saat itu, ragu bahwa bisa mandiri. Akhirnya, beberapa hari kemudian, gua semakin bingung antara kost atau engga. Dan gua mikir juga sudah bayar uang muka untuk pembayaran kost. Tahu sendiri dong, jika gua batalin, uang muka hilang, yah walaupun tak seberapa, tapi lumayan juga buat makan siang. Kesalahan pertama gua, kenapa cepet-cepet ngasih uang muka kepada pemilik kost, tanpa konfirmasi ke keluarga. Akhirnya, dengan dikasih tahu ini itu oleh kakak , gua memilih menahan dulu untuk tidak kost sendiri. Di dalam hati kecil gua, sebenernya pengen banget kost, tapi begitulah, gua mungkin masih labil. Belum bisa ngambil sikap yang jelas.

Gua mikir begini, betapa capeknya jarak yang gua tempuh Pademangan – Fatmawati. Sebenernya jaraknya sih deket, pernah mengukur berapa jarak yang gua tempuh dari tempat kerja ke rumah. Jawabannya adalah kurang lebih 25 KM. Mungkin di kampung atau d tempat lain, jika ditempuh dengan sepeda motor, akan memakan tak lebih dari 25 menit. Beda hal dengan di Jakarta, kalian bisa menempuh paling cepet 50 menit, itu kalau hari sabtu dan minggu atau hari libur. Jika ditempuh dalam keadaan jam aktif atau hari kerja, bisa memakan 70an menit bahkan lebih kalo di jumat sore bisa 90 menit. Betapa murkanya Jakarta kalo sedang macet-macetnya. Itu dengan sepeda motor ya, kalo ditempuh dengan angkutan umum bisa tua di jala kalian. Dan sekarang mulai desember tahun kemarin untuk pengendara sepeda motor tidak diblehkan melewati sepanjang jalan Medan Merdeka Barat dan Thamrin, BAH!! Itu kan jalur gua setiap hari Oi!! Semakin ribet aja ini aturan.

Sebenernya keinginan gua untuk kost tak muluk-muluk. Pertama, menghemat waktu, jika berangkat – pulang gua bisa menghemat waktu 2 jam setiap hari (dalam sebulan dihitung 20-22 hari kerja = 40-44 jam sebulan). 2 jam brow, bisa buat tidur dan aktivitas lainnya. Kedua, bisa menghemat uang bensin, walaupun tak seberapa, sekitar Rp 15.000,- sehari (gua hitung lagi 20-22 hari x Rp.15000,- = Rp 300.000,- – 340.000,- ) dan terakhir gua bisa belajar mandiri dan memanaj uang dan kebutuhan gua sendiri.

Tapi, tunggu dulu…

Jika gua gak kost, biayanya akan gua rinciin seperti ini, maksud gua pengeluaran dan kebutuhan gua.   – Bayar berbagai cicilan dalam sebulan Rp 1.900.000,- (tak bisa diganggu lagi)

– Uang Makan, Transport Rp 60.000,- – Rp 70.000,- sehari. Sebulan Rp 2.000.000,- (ini jika lempeng dan gak nongkrong, jika nongkrong, bisa membengkak dari itu) dan perlu diketahui makan malam kebanyakan di rumah.

– biaya lain-lain sisa gaji, dan atau gali lubang ; tutup lubang. Tau sendiri dong, takarang gaji rata-rata karyawan seperti gua, maksudnya yang lulusan SMA sederajat. Gak jauh-jauh kok dari UMR. Jika yang mendapatkan gaji lebih jauh di atas dari itu, beruntunglah kalian! Tapi gua bersyukur ada aja jalan yang diberi Tuhan. Tuhan pasti ngeberi jalan kepada hambanya jika berusaha, gua yakin akan hal itu.

Bulan Maret berjalan, dan gua sibuk dengan kerjaan. Akhirnya pikiran untuk kost di belakang tempat kerja lama kelamaan menghilang saking sibuknya. Dan sampai sekarang bulan awal bulan April, kadang masih kepikiran untuk kost, tapi gua berpikir mungkin setelah lebaran saja. Adalah tepat jika gua memulainya setelah lebaran. Untuk saat ini gua masih bertahan dan menikmati hidup gua yang bisa gua katakan, belum nyaman dan kadan gua mengutuk dengan hidup gua sendiri. Untungnya ada temen-temen di sekitar gua yang bisa gua ajak sharing dan juga keluarga gua.

Bah!!! Postingan kali ini gua sangat pribadi banget ya? Haha gakpapa, di umur seperti gua dan bahkan lebih atas dari gua banyak juga yang berpikiran seperti ini. Bingung dengan masa depan. Belum mendapatkan kerjaan yang sesuai pasionnya, atau yang membuat ia nyaman. Tapi mau bagaimana lagi, waktu terus berputar, jika gua terus mengeluh dan tak melakukan apa-apa, maka gua akan terus-terusan ditindas oleh kawan maupun lawan. Gua tetep survive dengan keadaan gua sekarang. Mau gak mau harus gua jalanin dengan kepala tegak dan sabar untuk memetik hasil yang lebih baik di 3- 5 tahun ke depan dan masa depan. Gua percaya jerih payah gua saat ini akan terbayar kelak di kemudian hari. Gua yakin dan sangat yakin akan hal ini. Mungkin kalian berpikiran bahwa gua ngelantur, mimpi atau mengkhayal, tapi, semua manusia punya mimpi bung!! 

Gak nyambung ya???  Bodo! Namanya juga lagi galau. #eh 

 NB : gambar lelaki nunduk sambil ngerokok dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s