Teruslah Bersinar Komunitasku (Review Kingkong Vol.2)

Teruslah Bersinar Komunitasku (Review Kingkong Vol.2)

Terus Bersinarlah Komunitasku dan Review Kingkong #2

Ini adalah sedikit review tentang Kingkong Volume 2 yang berlangsung di Plaza Selatan GBK pada Sabtu 21 Februari 2015.

Oi! Oi! Oi!
Plaza selatan GBK siang itu dipenuhi Indonesian Punk! Gigs yang sudah ditunggu-tunggu oleh punkers Jakarta maupun luar daerah akhirnya terselenggara juga. Acara yang dimulai pukul 12 siang itu dimulai dengan band pembuka Klepto! (Kalau gak salah sih) soalnya saya datang atau masuk gigs pukul 13.30. Acara yang dipandu oleh Seal vox. Sosial Sosial di awal masih sepi di depan panggung, yang datang masih bergerombol di pinggir-pinggir panggung dan masih banyak yang di luar gigs.

Di bawah matahari yang terik, Kingkong vol 2 membuktikan bahwa punk yang disebut orang-orang sebagai anak dan atau preman jalanan itu ternyata tak terbukti. Pasalnya, sebagian besar anak-anak muda yang berpiercing dan berambut mohawk serta bersepatu boot dan di pakaiannya penuh emblem band-band kesayangannya itu berlangsung lancar dan tak ada keonaran (kalau ada sedikit senggolan dan gesekan, wajar, memang punk begitu). Sebelum masuk ke dalam gigs, sempat saya mendengar obrolan tukang parkir di GBK, “wah yang dateng preman-preman semua ini, kacau nih kalau gak bayar parkir”. Dalam hati saya ketawa.

Kalian masih ingat dengan pamflet kemarin? Yang di pamflet tak ada band coreng moreng a.k.a Bunga Hitam, ternyata dua har sebelum hari H-nya sang empunya panitia di laman facebooknya membuat kejutan dengan statusnya “Si Bunga Hitam live at Kingkong vol.2!” WOW, pasti para Indonesian Punk semakin tak sabar dengan pertunjukkan di atas panggung oleh Bunga Hitam. Betapa tak menghebohkan, Bunga Hitam ketika di Vol 1 bermain, akhirnya mereka hadir lagi dan banyak yang menantikan mereka main di gigs lagi..
Bunga Hitam, adalah band punk tua di Jakarta. Band yang ketika bermain di gigs personilnya selalu wajahnya bermakeup dan tetap konsisten sampai saat ini. Siapa yang tak hapal dengan lagu-lagunya? Kami Masih Muda, Negaraku Penjaraku, Lawan Kemiskinan, Dukung Yang Berikutnya, Setara dan lainnya. Rasanya, punk di Indonesia jika tak tahu dengan si Bunga Hitam ini, kurang afdol. Pernah dulu saya ngobrol dengan salah satu personilnya, di lapaknya yang berlokasi di Jl. Cipulir raya, kalian tahu maksud saya tempat atau lapak itu, iya antimusic. Saya ngobrol kurang lebih 1 jam. Sang personil itu (BH), berbicara panjang lebar tentang punk dan segala macam sejarahnya. Dan saya juga membawa pulang kaos The Idiots, pemberian dari sang gitarisnya (The Idiots). Tak hanya kaos, saya juga membawa pulang zine-zine punk yang sudah fotokopian berulang-ulang dari lapaknya. Itu saya kesitu sekitar akhir 2013. Mungkin  personil BH yang saya temui itu lupa, atau masih ingat? :p salam bang!

***

Rundown acara Kingkong vol. 2 ini di kertas yang dipegang bang Seal acara berakhir pukul 21:00 . Tapi belakangan saya dapat info dari bang Eriq, kenapa Kingkong Vol 2 sampai pukul 24:00?  adalah karena memang di jadwal sampai pukul 21:00 itu untuk mempercepat acara.  Jadi, kesimpulannya bukan karena molor atau ngaret ya.

Molotov cocktail naik pukul 4.20, para punkers sudah memadati isi gigs. Dimulai dengan Topeng Demokrasi, membuat suasana kingkong 2 menjadi membludak di depan panggung. Area yang luasnya sebesar lapangan bola itu, dipenuhi, tak ada area yang tersisa. Band dari cempaka putih kemayoran ini memang single2nya memang mengajak para penonton untuk pogo. Lagu pamungkas mereka bawakan ialah, lagu andalan mereka, dilema negeri ini. Sudah dipastikan, banyak yang sing a long dengan lagu ini. Sayang vokalis ceweknya tak ada, tak bisa kenalan saya. :p

Molotov cocktail turun, line up selanjutnya bad +. Sang vokalis dengan harmonikanya, nada menjadi renyah. Mainnya bersih, dan enak didengar apalagi untuk berpogo ria. Lagu terakhir mereka bawakan Welcoming back!

Sebelum break magrib, Chaos RI menggebrak panggung Kingkong vol 2. Dengan lagu-lagunya tentang kemuakan pada negeri ini, Chaos RI memukau panggung. Berpersonilkan 3 orang, penampilan mereka  di panggung tak menjadikannya kurang atau hampa. Berbagai atraksi permainan gitar dan drum yang menggebu-gebu membuat senja di senayan sangat epic! Selepas magrib, para punkers semakin merangsek “ke depan panggung diawali dengan Last Drive, suasana menjadi penuh sesak. Lighting yang menurut saya lumayan mewarnai gigs, membuat panggung semakin mempesona.

Indonesian punk ini tak ada rasa capeknya. Setiap band-band hilir mudik bergantian, tetap saja di depan panggung selalu ada pogo. memang, beda sekali dengan musik yang lainnya. Para penonton yang datang di gigs punk, jarang yang diam dan menikmati sambil mainan gadget. Punkers mempunyai gaya jogetan tersendiri, dengan musik perpaduan gitar, drum, dan bass yang temponya cepat maka tak ayal, setiap orang yang datang menari-nari “kesetanan” bak kesurupan, membuat lingkaran, naik ke panggung dan menghujamkan tubuhnya ke penonton diiringi teman-temannya yang mengikutinya.

Hingga pukul 20:45, acara masih berlanjut dan tak menandakan akan segera berakhir. Malam itu Dead Germs, batal main. Karena ampli tidak bisa jumper. Dan mungkin belum rejekinya yah. Haha. Oh ya, sebenarnya mau ngebahas band-band dari luar daerah, tapi saya baru sekali melihatnya di panggung, rasanya tak enak kalau salah sebut. Yang saya tahu, Black Tokay dari Indramayu (kalau tak salah), yang beraliran Hardcore Punk, keren juga Stroom Accu dari Temanggung.

Selanjutnya, band yang kata MC-nya band lawas dari Ciledug, Kremlin naik panggung. Dengan pembukaannya yang berorasi diiringi musik itu sangat keren. Jarang juga band yang seperti ini. “Punk Not Dead, ngentot! Penutupan orasi yang saya ingat. Dilanjut dengan Fisticuff 86 suasana di depan panggung menjadi ajang pogo yang atraktif. Pun, dengan Total Destroy, band lawas hardcore punk ini juga menggebrak dengan  4 Lagu Baru 1 Lagu Lama – We Won’t Stop, 1 Covering The Varukers  suara vokalisnya, lengkingan gitarnya dan gebukan drum yang berdouble pedal membuat panggung bergemuruh. Oh ya sedikit tambahan, pada saat Total Destroy naik ke panggung, watt turun.

Pukul 23:30 band yang ditunggu-tunggu si Bunga Hitam akhirnya naik panggung jua. Lighting dimatikan, seperti Total Destroy sebelumnya, Watt juga turun. Hingga suasana gigs menjadi gelap dan riuh rendah karena menunggu personilnya sedang menyetem peralatannya. Agak lama juga, mungkin sekira 15 menit lebih para penonton menunggu. Akhirnya sang biduan angkat suara, ia mengatakan berterimakasihnya kepada alm. Firmansyah aka kuro The TOT, yang atas inisiatifnya membuat acara punk sebesar Kingkong seperti ini, mungkin kalau tak ada dia tak terjadi acara seperti ini. Penghormatan kita kepada Kuro tak hanya dengan kata-kata, sikap dan perbuatan tapi respect dan respect.

???????????????????????????????Lagu pertama Bunga Hitam adalah “Kami Masih Muda”, sebagian besar panitia naik ke panggung, sing a long dan di depan panggung pun seperti itu, ditambah yang pogo semakin banyak. Si Bunga Hitam main dengan 8 lagu (eh benar kan?), sang biduan yang beratraktif di atas panggung, dan agak “murka” membuat penonton semakin riuh hehe. Sang biduan juga mengatakan, “kalau ada property ada yang rusak, bukan tanggung jawab BH, tapi panitialah yang menanggung” . Suasana di atas panggung semakin penuh, panitia, penonton yang ikutan naik serta bernyanyi bersama. Sang drummer yang ganti-ganti pedal bass karena bautnya lepas, (orang saya di sampingnya, dari awal acara hingga berakhirnya acara posisi saya di samping drum)

Sayang, mereka sedikit bermasalah dengan alat musiknya, dan menunggu agak lama, tapi tak apa-lah, kapan lagi kalian melihat Bunga Hitam main? Ya gak? Haha. Lagu terakhir serta penutup Kingkong vol 2 adalah Persembehanku. Yang berjalan hanya setengah lagu, karena alat musik dimatikan (oleh siapa?) entahlah. Akhirnya lagu masih dilanjutkan dengan tanpa alat musik, tapi tetap saja menghipnotis penonton menyanyikan lagunya.

Saya kutip liriknya Bunga hitam yang berjudul “Kami Masih Muda”

Satu hal pemikiran telah datang

Hancurkan rongga-rongga kepalsuan

Tak sabar menunggu datangnya kepastian

Panas di hati sudah  tak tertahankan

Kami muda, punya harapan

Kami muda punya tujuan

‘tuk membangun sebuah tatanan

Keadilan dan keseimbangan

Kami masih muda

Masih punya banyak cita

Kami masih muda

Jelang esok penuh pesona.

Akhirnya, Kingkong vol. 2 selesai pukul 24 pas. Acara punk yang keren, dan berjalan dengan lancar. Semoga di tahun depan Pakalolo bisa mendatangkan band-band daerah lainnya, juga bisa dari luar negeri. Tak hanya berhenti di vol 2, semoga ada vol, 3, 4,5, dan seterusnya. Dan tetap konsisten “No Sponsor, No Pers. Terakhir dari saya, PUNKS NOT DEAD!! Tetap pada jalanmu, lakukan yang terbaik buat komunitasmu. Tetap di jalur DIY.

Terima kasih untuk  Pakalolo Records & seluruh panitia yang terlibat dalam acara, juga untuk Bang Seal Sosial Sosial , Bang Eriqdeads Punkers yang telah mengoreksi tulisan di atas. Dan tak lupa kepada kawan-kawan yang hadir di Kingkong Vol. 2 dari Jakarta, luar daerah maupun luar negeri.

NB : sebagian tulisan saya buat di pojok panggung

Jakarta, 21 & 22 Februari 2015

Robit Mikrojul Huda

Advertisements

6 thoughts on “Teruslah Bersinar Komunitasku (Review Kingkong Vol.2)

  1. ralat bang KR bilang : “kalo alat rusak yg punya alat tanggung jawab bukan pakalolo yg tanggung jawab” beliau kesal karna alat sering mati2an dan tehknisi panggung si empunya alat tak ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s