Emak Minah, sang Penyapu Jalan

Emak Minah, sang Penyapu Jalan

Pagi itu Jakarta diguyur hujan yang tak sebentar. Pukul tujuh pagi saya berangkat kerja seperti biasanya. Baru keluar jalan raya, hujan mengguyur jalanan semakin deras. Tak menunggu lama, lima menit di jalan akhirnya saya meneduh di pinggir jalan. Seperti sebuah halte yang sudah berjejal para peneduh. Diantara sekian banyak peneduh itu, terdapat laki-laki dan ibu tua yang berbaju oranye. Bukan, bukan dia bukan The Jak Mania pendukung Persija Jakarta. Bapak dan seorang yang bisa dikatakan nenek itu adalah tukang sapu jalanan wilayah Kemayoran Jakarta pusat. Dari pakaiannya sudah paham betul bahwa dua orang di tengah-tengah para peneduh yang tak membawa jas hujan itu adalah petugas kebersihan.

Pagi itu saya bergabung dengan mereka, dan langsung menimbrungkan di sebelah perempuan tua berbaju oranye itu. Minah namanya. Atau teman-temannya memanggil dengan sebutan Emak Minah. Emak Minah adalah bagian dari penyapu jalanan di Jakarta. Sudah 2 tahun ia bekerja sebagai penyapu jalanan. Saya dengan sok akrab menyapa Emak Minah, dan mengobrol panjang lebar tentang kehidupannya, upah perbulan, serta latar belakang keluarganya.Emak Minah yang berusia sekitar 60an itu tinggal di daerah Pademangan dengan menyewa rumah perbulan Rp 300,000,. Ia hidup berdua dengan suaminya yang sudah tua. Suaminya di rumah. Beberapa tahun yang lalu, suaminya bekerja sebagai tukang becak. Tapi akhirnya, becaknya diangkut oleh aparat dan katanya dilarang narik becak. Sejak saat itu, sang suami hanya di rumah.

Emak Minah 2Emak Minah mendapat upah dari pekerjaannya itu setiap bulan. Seperti kalian para karyawan kantoran. Ia menerima upah setiap tanggal 5 atau 10. Upahnya dihitung perhari, sehari ia mendapat upah sebesar Rp 80.000,-. Ia berkata, “Ibuk mah masuk terus mas, kalo pre (libur) soalnya dipotong”. Dari penuturan emak Minah ini, jika tidak masuk sehari, berarti dipotong sebesar Rp 80.000,- juga. Bahkan, bulan kemarin, Ia tidak masuk hanya sehari saja. Bandingkan dengan anda (pekerja kantor) yang liburnya sabtu dan minggu, betapa beruntungnya anda! Pun ia mulai kerja pukul 5 pagi, lagi-lagi bandingkan dengan anda, jam segitu anda masih berkelana di dunia mimpi dengan pendingin ruangan dan selimut yang tebal.

Emak Minah 1

Emak minah mempunyai 8 anak. Empat laki dan 4 perempuan. Anaknya masing-masing sudah berkeluarga, diantara anak-anaknya kata emak Minah, yang paling bandel adalah anak yang pertama, laki. Di usianya yang sudah senja, ia tak menyerah dengan keadaan dan tak mau menjadi peminta-minta di jalan. Ia malah lebih giat bekerja. Sebelum menjadi petugas kebersihan di Jakarta, tepatnya di jalan Benyamin Sueb, ia menjadi penyapu di komplek dekat rumahnya bersama suaminya. Upah mereka ia dapatkan dari iuran masyarakat yang diberikan oleh ketua RT. Tapi itu tak berjalan lama, karena penghasilannya kecil dan tak sesuai.

Hampir dua jam kami ngobrol, hingga hujan agak reda. Oh ya, kadang oborlan saya dengan Emak Minah, dijawab oleh bapak yang temannya si emak ini. Saya lupa menanyakan namanya. Saya tsksir, bapak itu berumur 50an. Saya lebih fokus bertanya dan ngobrol dengan emak Minah daripada si bapak itu. Hujan tinggal rintik-rintik, tapi saya tak mau bergegas menuju tempat kerja. Saya keasikan ngobrol dengan emak Minah. Hingga para peneduh satu persatu meninggalkan tempat kita. Di tengah-tengah obrolan saya, ada telepon masuk. Melihat handpone berdering dan yang telpon teman saya, segera saya angkat dan berbicara. Ternyata teman saya mengucapkan ulangtahun kepada saya.Eak Minah 3

Hadiah ulangtahun yang berharga, bisa mendapat ilmu dari Emak Minah. Yang kebanyakan orang ilfil atau bahkan gak mau berdekatan dengan penyapu jalanan apalagi duduk dan mengobrol. Sekitar pukul 8 lewat 40 hujan berhenti, akhirnya saya menuju ke kantor dan pamit keemak Minah dan temannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s