Selamat Jalan Sitor Situmorang

Selamat Jalan Sitor Situmorang

Saya mendengar berita atau membaca berita kepergian beliau dari media sosial, Twitter. saya membaca twit dari akun @JJRizal. pagi itu saya membaca twitnya sangat kaget. saya menulis disini, menulis  acara perkabungan kemarin di Galeri Nasional, Gambir Jakarta Pusat 29 Desember 2014 atau sambutan almarhum di Indonesia.

 

Tanggal 29 Desember 2014 malam, sekira pukul 20:00 saya sudah tiba di Galeri Nasional Jakarta. kebetulan jalan Merdeka Timur adalah rute sehari-hari saya berangkat maupun pulang kerja. makanya, ketika acara pukul 8 malam, saya tepat datang di lokasi. Saya dating sendirian, di depan ruang serbaguna Galeri Nasional sudah banyak karangan bunga belangsukawa atas meninggalnya beliau. diantaranya dari Ibu Sukmati Soekarno Putri, Megawati Sukarno Putri, PT.Bank Danamon Indonesia Tbk, PDI-P dan masih banyak yang lainnya. Di  karangan tersebut dikerubungi berbagai teman-teman wartawan. Saya menunggu di depan gedung sambil ngerokok dan memantau, atau melihat tokoh-tokoh seniman berdatangan, diantaranya Taufiq Ismail beserta istri, Sukmawati Soekarno Putri, menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menkominfo Rudiantara, penulis Martin Aleida dan seniman-seniman tua maupun muda.

 

Mobil ambulance kemenlu yang membawa jenazah tiba pukul 21:00, di dalam mobil terdapat istri almarhum Ibu Barbara Purba. Tak menunggu lama para teman media mengabadikan  beberapa gambar, termasuk saya sendiri. Jenazah juga disambut dengan musik tradisional Batak, yang membuat gedung Galnas menjadi semakin ramai. Setelah peti jenazah masuk ke dalam ruangan, acara sambutan pertama oleh mendikbud bapak Anies Baswedan, ia mengatakan mewakili pemerintah Indonesia, dan sambutan mendikbud itu bercerita sedikit tentang beliau (Sitor Situmorang) bahwa generasi sastrawan angkatan 45 telah pergi meninggalkan kita, mungkin ini yang terakhir. dan Anies juga mengatakan “kami ingin generasi bangsa untuk menjadi sastrawan seperti Sitor Situmorang” , dan menyinggung juga Taufiq Ismail yang berseberangan politik dengan Sitor pada masa lalu tetapi juga hadir disini. setelah Anies Baswedan menyampaikan sambutannya, giliran Sukmawati Soekarnoputri menyampaikan atau bercerita tentang SS, bagaimana awal pertemuannya, membaca puisi-puisi karya SS, juga bercerita ketika SS dipenjara oleh rezim kediktatoran Soeharto, bercerita tentang kaum komunis dihabiskan, ia menganggap SS adalah guru menulisnya. Serta membacakan puisi karya SS. sambuatan ketiga adalah penyair Taufiq Ismail, ia pun bercerita tentang keindahan puisi-puisi karya SS, puisi-puisi SS dibacanya sewaktu masih remaja di Cirebon (SMA) bersama teman-temannya, dan cerita betapa ia mengaggumi SS. dan tidak akan terlupakan. Pun dengan perbedaan pandangan politik masa lalu, walaupun berbeda tetapi ia tak membenci puisi-pusinya. setelah itu, penulis Martin Aleida yang juga teman SS. Dengan berjalan yang sedikit susah namun tetap gagah Martin menyampaiakan atau bercerita tentang masa kecilnya membaca puisi-puisi SS dan menghapalnya layaknya surat al-fatehah. dan cerita tentang miunm Bir bareng SS, hahaha! Setelah sambutan dari teman-atau para tokoh acarapun dilanjutkan dengan pembacaan puisi karya-karya SS.  Oh ya, ketinggalan menkominfo juga ikut berbicara walaupun dia mengatakan tak kenal dengan SS, atau tak tahu karya SS.
IMG_4170 IMG_4173
 
IMG_4179
Setelah sambutan dan pembacaan puisi usai, barulah peti jenazah dibuka dan seperti biasanya, para awak media mengabadikan momen itu, walaupun sebelum dibuka tidak diperbolehkan mengambil gambar, tetapi tetap saja beberapa memotretnya. Saya melihat untuk pertama kalinya SS dengan dekat, walaupun (sudah meninggal), saya berjarak dekat sekali dengan peti dan ternyata walaupun usianya 91 tahun, fisik dan wajah beliau tak melambangkan usianya. walaupun sudah seminggu lebih dari tanggal 21-29 Desember tetapi wajah beliau tetap bersinar dan memancarkan keindahan alami dan ketenangan. Akhirnmya, saya pun pulang pukul 23 lebih dan di lokasi masih ramai.

 

Selamat jalan bung Sitor Situmorang, karyamu tak akan mati. karya-karya sastramu  akan menjadi contoh dan panutan para  generasi bangsa ini. selamat jalan Sastrawan Besar. semoga ditempatkan di surgaNya, bersama kawanmu Pram, serta Chairil Anwar dan korban-korban peristiwa ’65. amiin.
IMG_4180

IMG_4186
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s