Cinta Segitiga part 3

Cinta Segitiga part 3

Untuk yang belum baca part 1 dan part 2 tolong dibaca terlebih dahulu.  Jangan langsung baca yang ini, gak nyambung ntar.

Setelah Bella mendatangi Bobby di kelasnya, Bobby-pun dengan canggung melempar senyum ke Bella. Dibalasnya senyum itu dengan senyuman yang manis. Bella membuka obrolan dengan menyapa Bobby.

Bella : Hay Bob!

Bobby : Eh, Bella. Aaa aa ada apa, kok tetiba nyamperin gua?

Bella : Enggak Bob, gak ada apa-apa. Oh ya, sorry ya sms semalem gak aku bales. Aku udah tidur.

Bobby : Iya gak papa kok Bell.

(padahal di dalam hatinya, berharap banget smsnya dibales)

Bobby meneruskan lagi obrolannya, kenapa kok Bella gak pulang bareng dengan Rocky. Dan pertanyaan serta pertanyaan bertubi-tubi dilancarkan kepada Bella. Seakan  pengen tahu segala hal tentang Bella dan hubungannnya dengan Rocky. Oh ya, hari itu Rocky dengan gangnya sedang latihan band, makanya Bella tidak pulang dengannya dan berani menghampiri Bobby di kelasnya.

Obrolan yang semakin seru membuat mereka berdua lupa waktu. Hingga penjaga sekolah mengagetkan mereka. Dan merekapun keluar dari kelas dengan masih tertawa-tawa menuju parkiran sekolahan.

Iya, mereka pulang bareng lagi seperti kemarin dan lebih akrab lagi perkenalan mereka. Menjelang Magrib Bobby mengajak Bella ke tempat angkringan orangtuanya. Perlu diketahui, itu adalah hal pertama Bella nongkrong di tempat seperti itu. Bella merasa agak canggung bercengkrama dengan pembeli-pembeli di situ. Secara, Bella juga anak kelas atas yang kesehariannya jauh dengan masakan kaki lima atau angkringan.

Bella,  jika akhir pekan diajak mama dan papanya jalan-jalan di mall atau ke tempat wisata. Jika bersama teman-temannya Bella menghabiskan waktu dari cafe satu ke cafe yang lainnya. Berbeda dengan yang ia hadapi sekarang. Nongkrong di angkringan orangtuanya Bobby, yang mayoritas kelas bawah dan pekerja kasar.

Bella melihat angkringan dan berbagai menunya seperti melihat hal baru yang aneh. Karena berbeda jauh apa yang ia konsumsi setiap hari. Malam itu, mereka habiskan waktu hingga larut malam. Bahkan mama Bella telepon dari jam 7 disuruh pulang, ia tak mematuhi, ketika ditelpon Bella hanya mengiyakan permintaan mamanya itu. Hari itu adalah hari jumat, maka dari itu mereka agak santai karena besoknya libur sekolah.

Perkenalan mereka yang baru dua hari itu, membuat dunia baru bagi Bella maupun Bobby. Bobby yang Jomblo dan jarang pacaran sedari dulu yang ia pikirkan adalah Vespa dan musik Reggae saja. Kini pikirannya tersita terhadap Bella. Jatuh cinta dan tergila-gila kepada Bella setiap detik. Pun dengan Bella, Bella yang kesehariannya memandang dunia hanya dengan sudut pandang orang kaya dan berpacaran dengan selevelnya. Ternyata dunia luar sangat luas dan sangat beragam yang membuat Bella belajar dari Bobby tentang kesederhanaan, dan kerasnya hidup.

**

Dua bulan berlalu, perkenalan antara Bobby dan Bella semakin akrab. Pertemuan mereka terjadi ketika Rocky sedang sibuk dengan teman-temannya atau sedang latihan band. Moment itu dimanfaatkan oleh Bella untuk bertemu dengan Bobby.

Bobby berpikir dalam hati, memberanikan mental dan mennyusun kata perkata untuk mengutarakan isi hatinya walaupun ia tahu bahwa Bella sudah punya pacar, dan persentase untuk diterima Bella kecil. Tapi Bobby tetap bertekad dan sudah memikirkan akan hal itu.

Bobby menyusun kapan dan dimana akan mengutarakan isi hatinya dengan perhitungan yang matang. Ia berharap semua berjalan dengan baik dan berhasil menaklukkan hati Bella. Ia memutuskan malam minggu mengajak ketemuan dengan Bella. Dengan penuh persiapan Bob menjemput Bella naik vespanya. Tak lupa ia memakai kaos yang bergambar pahlawannya Bob Marley serta memakai jeans belel. Dengan bangga ia kenakan dan menuju ke rumah Bella yang tak jauh dari rumahnya. Sekira 15 menit perjalanan, sampailah ia di rumah Bella.

Di dalam hati Bobby saat itu kalut, campur aduk. Setelah sampai di rumah Bella, ia mengajaknya muter-muter ke taman kota, sambil melihat keramaian yang ada, pasar malam, dengan hiruk pikuk pengunjungnya, pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai macam makanan ringan dan sebagainya.

Hingga Bob-pun berhenti di sebuah cafe kecil di ujung kota yang begitu ramai pengunjung. Dari depan saja sudah kebaca dan mempunyai khas sendiri cafe tersebut. Bella dengan samar membaca nama cafe itu, “Rastafarian Cafe”. Di dalam cafe ada live music juga.

Mereka langsung duduk di meja paling pojok dan  memesan minum dan makan, sembari menunggu, Bob pun memberanikan diri menyatakan cintanya kepada Bella.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s