Cinta Segitiga part 2

Cinta Segitiga part 2

Saya akan meneruskan tulisan saya yang kemarin. Jika ada yang belum membaca yang pertama, lebih baik membaca di sini dulu agar paham.
Setelah saya memberi sedikit gambaran pada ketiga tokoh yang akan menjadi atau mengalami kisah percintaan tersebut. Saatnya saya akan mengupas kisah cintanya.

Dikarenakan seringnya bertatap muka dan obrolan kecil antara Rocky dan Bella, maka benih-benih cinta-pun tumbuh diantara mereka berdua. Rocky yang sering kali tanya-tanya masalah pelajaran pada Bella membuat mereka semakin dekat. Sebenarnya Rocky bertanya kepada Bella adalah sebuah modus yang pada akhirnya hanya untuk jalan bareng, atau nraktir Bella di kantin.

Lama kelamaan mereka semakin mesra dan dekat, dan siswa cowok di sekolahnya dilarang sama Rocky untuk mendekati Bella sang pujaan hatinya. Seperti pepatah jawa mengatakan “Witing tresna jalaran saka kulina” seperti lagunya Tony Q. Tak menhabiskan waktu yang lama sekitar tiga bulan berjalan, akhirnya mereka resmi pacaran.

Hati Bella sangat gembira karena memiliki seorang pacar yang diidolakan teman-temannya. Bella-pun menjadi semakin tenar karena mempunyai pacar Rocky.
Setiap pulang sekolah mereka jalan bareng, entah hanya ke taman kota ataupun hanya muter-muter kota tak jelas. Waktu pulang sekolah sampai sore mereka habiskan dengan jalan berduaan hampir tiap hari, tak ada bosen-bosennya.

Ritual itu dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Dan  pada akhirnya hubungan mereka menjadi renggang dikarenakan Bella berkenalan dengan Bobby yang dikenalkan oleh temannya sewaktu pulang sekolah ketika menunggu Rocky. Bobby yang membawa Vespa antiknya itu, menyapa dan bersalaman sekaligus menatap parasnya Bella yang aduhai cantik. Membuat Bobby agak lama melepas tangannya dikarenakan kagum dengan kecantikannya. setelah itu, temannya Bella (Maya) meninggalkan mereka. Percakapan mereka masih teringat bagi Bobby;

Bobby : “Hay, Gua Bobby kelas XII IPS 3, lo bisa manggil gua Bob”
Bella : “Hay juga, aku Bella”.
Bobby : “Oh ya, lo lagi nunggu siapa?”
Bella : “aku lagi nungguin Rocky”
Bobby : “oh, lagi nungguin Rocky ya, cowok lo ya itu?”
Bella : “iya”
Saking lamanya nunggu Rocky, mereka pun ngobrol panjang lebar hingga tigapuluh menit berlalu, yang ditunggu tak datang jua. Akhirnya Bobby dengan keberaniannya, mengajak Bella pulang bareng. Karena sekolah sudah sepi, maka tanpa pikir panjang akhirnya Bella mengiyakan ajakan Bobby. Dalam hati Bobby, “bahagaianya gua, bisa boncengin cewek secakep Bella, ini seperti mimpi”
Vespa antik langsung dinyalakan. Warna abu yang classic dikendarai Bobby dan Bella. Membuat sepanjang jalan menjadi romantis seperti dunia terasa milik Bobby (mirip-miriplah dengan video clipnya Payung Teduh yang berjudul “Berdua Saja”).

Tak seperti biasanya Bella yang pulang dengan mobilnya Rocky. Kali ini, Bella dengan ragu memegangi pinggang Bobby yang membuat Bobby terbang melayang perasaanya. Sampai-sampai Bob lupa dengan rutinitasnya untuk membantu ibunya beberes dagangannya.

Senja telah datang Bob pun mengantar Bella sampai rumah. Hari itu, adalah hari yang tak akan dilupa oleh Bob. Di Angkringan orangtuanya, Bob pun tak konsentrasi, selalu terbayang-bayang wajah Bella. Ia biasanya membantu ibunya hingga larut malam, baru pukul 9 sudah memutuskan untuk pulang.

Kemudian ia memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat kepada Bella dan berharap dibalas. Lima menit berlalu, hingga duapuluh menit lamanya tak kunjung ada balasan sampai Bob pun ketiduran.
Matahari dari timur pun datang. Bob terbangun dari tidur karena alarm yang menyebalkan. Buru-burulah ia mengecheck handphone dan ternyata tak ada pesan masuk. Dengan kecewa ia menuju kamar mandi dan beberes untuk berangkat sekolah. Di perjalanan sekolah ia masih teringat kejadian kemarin bersama Bella yang menyita pikirannya semalaman.

Sesampainya di sekolah ia berharap bisa bertemu dengan Bella di kantin. Benar saja, ketika jalan dengan teman-temannya ia berpas-pasan dengan Bella yang bergandengan tangan dengan pacarnya, Rocky. Betapa kagetnya ia dan hanya memandangnya dengan sedikit menundukkan kepala.

Bel pulang sekolah berbunyi membuat para siswa senang dan saling meninggalkan kelas satu persatu hingga sepi. Berbeda dengan Bobby yang belum pulang. Ia masih di kelas sambil mendengarkan lagu-lagunya Bob Marley.
Baru mendengarkan beberapa lagu, terdengar suara sepatu melangkah menuju kelas. Tak dihiraukan suara itu, Bobby masih asyik dengan handphone-nya. Lalu, suara itu semakin jelas, dan menghampiri Bobby, tak disangka yang datang adalah Bella.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s