Menunggu Hujan Reda

Hujan

Hujan

Tetesan hujan malam ini terasa merdu, hampir tengah malam aku masih terjaga. Mendengar lantunan lagu dari handphone-ku. Lagu yang galau, ah mungkin bagi orang lain aku dibilang suka galau. Tapi biarin, hujan malam ini membuatku nyaman. Di tempat kostku, yang sepi karena hujan yang tak kunjung reda. Beberapa saat yang lalu setelah aku selesai mandi, aku bergegas membuka laptop, laptop temanku yang aku pinjam. Aku buka, dan entah aku ingin melakukan apa, aku hanya bengong, gundah di depan laptop. Belajar mengetik kata demi kata, lalu aku kumpulin tapi baru beberapa kata saja aku sudah males untuk meneruskannya.Hujan di luar semakin menjadi. Seakan air dari langit memanggilku untuk bermain dengannya. Seandainya siang hari ataupun sore, pasti aku sudah terjun dan bermain dengan air sampai aku menggigil karena kedinginan. Mata ini tak kunjung ataupun tak merasakan kantuk. Pasti ini karena segelas kopi sore tadi. Kopi bagiku minuman wajib dan tak pernah ketinggalan, entah pagi, siang, sore ataupun malam. Sehari harus minum kopi, entah kopi susu ataupun kopi hitam. Entah di kost ataupun di tempat aku kerja. Kopi adalah candu, seperti agama adalah candu kata Marx. Hujan tak menandakan reda, sepi di luar semakin terasa. Playlist lagu di handponeku ku putar terus, sedikit untuk menepis rasa sepi ini.

Semakin lama aku melihat hujan, perutku marah karena minta jatah. Aku baru ingat ternyata sedari siang aku belum makan. Terakhir aku makan di warung pas jam istirahat. Ah, sebagai anak rantau perut lapar atau makan tidak teratur adalah hal yang wajar. Apakah karena kebanyakan minum kopi, perutku jadi sakit begini? Sudahlah. Menunggu hujan reda adalah suatu yang romantis jika hujannya hanya gerimis. Lama-lama aku bosan juga memandang laptop tanpa tujuan. Segelas kopi habis ku minum, ingin tambah segelas lagi sebenarnya.

Akhirnya, yang aku tunggu tiba juga. Hujan reda pelan-pelan. Angin berhembus menembus pori-pori. Dingin terasa. Suara tukang nasi /mie goreng “tek tek tek tek”-pun terdengar. Pukul 23 lebih aku masih termenung sendirian di sebuah kost-an yang aku tempati sejak 3 bulan lalu. Hujan reda, mungkin di atas sana, bintang menampakkan diri mereka atau bersembunyi di balik awan yang hitam. Ah sudahlah, aku coba untuk menutup laptop. Berbaring sejenak dan menuju mimpi-mimpi indahku.

Tapi, hingga dinihari aku tak bisa memejamkan mataku. Begadang dengan kesepian, menanti bintang memunculkan cahyanya. Waktu terus berjalan, apakah hari esok aku akan seperti ini terus? Yang hanya bisa berharap dan merenungi nasib? Mungkin aku terlalu serius menjalani kehidupan, atau bahkan terlalu acuh hingga aku belum mengerti arti kehidupan di usiaku yang sudah kepala dua ini. Ini isi tulisan dengan judul di atas mungkin terlalu melebar dan tak ada poinnya. Tapi aku bisanya menulis ya seperti ini, apa yang terlintas dalam benakku, langsung aku tuangkan. Tak memperdulikan hasilnya jelek ataupun tak berguna. Berkarya dengan yang ku bisa. Ndak perlu menulis sampai pusing-pusing memikirkan sesuatu, yang akhirnya tulisan itupun gak jadi, dan percuma juga kalau sudah capek di otak, tapi tulisannya gak jadi. Bener kan?

Kembali ke judul, saat ini di malam yang dingin berkabut rindu. Aku menunggu atau berharap, ada yang menemani sambil melihat hujan. Menemaniku sepanjang malam. Sampai pagi menjelang, hingga aku terbangun dari tidurku, tidur bersamamu. Ah, khayalanku semakin kemana-mana. Sudahlah, suatu saat pasti aku akan merasakan khayalanku itu. Pasti!

Rasa capek seharian kerja, berjibaku dengan kerjaan yang tak kunjung selesai. Ingin rasanya menikmati malam, merasakan hujan di sebuah hutan, tepatnya di kawasan pegunungan yang asri nyaman. Ndak seperti disini, di tengah-tengah kota. Hujan, rindu entah ke siapa? Menjadi satu, melebur bersama malam.

By : Robit Jakarta, April 2013

Advertisements

4 thoughts on “Menunggu Hujan Reda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s