Sepotong Roti dan Secangkir Kopi

Kopi dan Roti

Kopi dan Roti

Cerita tentang roti dan kopi, wah dari judulnya sok kebarat-baratan ya? Orang aku sendiri makan roti kalau dikasih sama orang, mau beli roti yang enak harganya mahal. Paling aku makannya roti yang seribuan di warung pinggir jalan. 🙂***
Sore ini, suasana kota Jakarta sedikit mendung. Langit hampir gelap, angin riuh dengan semilirnya. Mungkin sebentar lagi hujan turun. Sebagai penikmat kopi, tentu waktu seperti ini adalah waktu yang pas untuk menikmati setiap tetesan “warna hitam” kelam ini. Apalagi ditambah roti yang betapa lembutnya ketika dikunyah, ah suasana seperti ini yang aku tunggu.

Kebetulan hari ini adalah hari minggu. Aku sebagai anggota komunitas jomblo keren, 😐 sudah dipastikan aku hanya goleran di tempat kost sambil mantengin gadget. Kopi yang aku buat sore ini tak terlalu manis, pun juga tak terlalu pahit, pas dengan takaran suasana hati saat ini.

Roti, Kopi dan Cerita Cinta.
Dalam dunia percintaan yang semakin marak ini, anak muda belasan tahun, bahkan yang masih SD-pun sudah ikut merayakan apa yang dinamakan bermain cinta, bahasa gawlnya (gaulnya) pacaran. Entah mereka anak SD dan adek-adek yang unyu itu sudah mengerti atau belum apa itu arti cinta, dan bagaimana menjalaninya. Di jamanku ketika dunia 4l@y sedang berkembang pesat, ketika mengetik sms dengan huruf yang tak beraturan dicampur dengan angka dan simbol lainnya, mungkin sekitar 5 tahun yang lalu itu (kelas 3 SMP) teman-temanku juga sudah bermain cinta. Sama seperti sekarang, tapi lebih extream lagi, anak-anak SD sekarang sudah berani pacaran yang beda dengan jamanku. Jamanku dulu, waktu SD pacarannya itu hanya, ah pokoknya hanya saling lempar senyum. Pun kalau disorakin teman-teman juga pada malu. Tapi, sekarang di era 4l@y yang semakin maju, anak SD pacarannya sudah lewat gadget, entah chatting, sms dan lainnya. Perasaan tulisanku melenceng jauh ya.

Kembali kita ke masalah roti kopi dan cinta. Dalam dunia percintaaan, rasa cinta itu bisa masuk dalam kategori roti dan kopi. Roti yang lembut dan kopi yang manis maupun pahit. Di dalam menjalani cinta, pasti sepasang kekasih itu merasakan lembutnya roti dan manis / pahitnya kopi. Tidak mungkin perjalanan cintanya mulus banget, semulus pahanya Cherrybell. Pasti di jalan itu terdapat masalah-masalah yang dihadapinya. Kita agar bisa menjalani atau menghadapi masalah-masalah itu kita harus melihat porsi roti atau kopi itu dengan baik dan pas. Semisal baru berpacaran pasti yang dirasa kelembutan / manis. Di tengah jalan, rasa lembut / manis itupun semakin pudar, entah berapa lama ketahanan rasa itu. Pasti menuju pahit. Sama halnya, kita membuat kopi, komposisi kopi dan gula harus pas agar kopi ini menjadi enak untuk diminum. Roti-pun juga seperti itu, kelembutannya ketika akan dimakan kita, harus dicampur susu coklat, atau selai bermacam-macam rasa.

Wah, tulisanku terlalu serius ya? Dan susah dicerna. Mungkin gampangnya begini, didalam menjalin sebuah hubungan (pacaran) pasti ada saat kita mendapat masalah, dan saat itu juga, kita harus mendapatkan solusi yang terbaik dengan cara yang positif. Juga bisa diartikan begini, cara yang pas ketika mendapat masalah suatu hubungan itu, adalah dengan mendiskusikan dengan pasangan kita, jangan egois dan jangan pakai otot. Diskusi dan mengeluarkan opini itu-lah yang nanti akan menjadi jalan yang baik, tentu saja dengan kesepakatan-kesepakatan yang diambil. Harus setara dan tidak merugikan satu sama lain.

Cerita kopi dan roti sore ini mungkin belum selesai. Alangkah baiknya, pendapatku di atas bisa didiskusikan, pasti banyak yang tidak setuju, silahkan ketikkan komentar kalian di kolom comment. Kalau setuju, silahkan tinggalkan PIN Blackberry-mu :|||

Bagaimana sore-mu hari ini? Salam kopi dan roti ^_^

Posted by : Robit Mikrojul Huda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s