Manusia di Tengah Perjalanan

Aku tak tahu apa yang ku jalani dalam hidup, setiap kaki melangkah yang ku temui hanyalah manusia-manusia yang berbeda. Aku menuju lorong-lorong yang tak tahu namanya, lorong dalam kegelapan. Semakin lama berjalan semakin gelap pula lorongnya. Dalam lorong itu hanya ruang hampa yang ku rasakan, hingga lelah aku tak menemukan cahaya, semakin mencari semakin ku terjebak dalam kegelapan. Mau putar balik percuma, sudah terlalu jauh melangkah.

Pepatah mengatakan “nasi sudah menjadi bubur”. Dalam hidupku yang kurang berwarna,aku tak mengerti indahnya warna di luar sana. Mungkin aku terjebak dalam hidup. Terjebak dalam gelap di lorong yang panjang. Pun kurang paham tentang dunia, tapi aku akan berusaha menuju cahaya. Cahaya yang membimbingku ke dalam indahnya dunia yang berwarna tak lagi gelap seperti yang ku jalani sekarang.

Aku tak akan menyerah, penyesalan hanya menghasilkan kesia-siaan belaka. Saat ini aku mencari cahaya itu dengan langkah yang tertatih. Sunyi dan gelapnya lorong ini membuatku tahu apa arti hidup. Menjalani kehidupan tak semudah membalikkan telapak tangan. Menjalani kehidupan penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Sekarang yang ada dalam hidupku hanya melangkah, dan terus melangkah untuk menuju apa yang ku impikan (sesekali istirahat juga). Saat ini aku belum menang dalam perjalanan hidup. Tapi suatu saat aku pasti akan menemukan cahaya itu. Dan merayakan kemenangan.

Sesungguhnya, berjalan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan adalah langkah nyata. Di perjalanan itu akan menemui masalah-masalah baru, kesenangan baru yang tak `kan kita pikirkan sebelumnya. Manusia di tengah perjalanan yang berjuang dengan segala yang ia punya dan dengan keringat mmbasahi tubuh adalah manusia yang kelak sukses. Yakin pada “ideologimu”. Seperti dalam Komunitas Punk “Do It Yourself” (D.I.Y) adalah suatu prinsip hidup bagi Punker.

Menjalani hidup memang sangat kompleks masalahnya. Tapi akan lebih berarti jika melakukan dalam hal banyak (hidup) dengan cara sendiri dengan kaki, tangan, mata serta lainnya dengan sendiri. Dalam arti bisa memikirkan apa yang akan dikerjakan dan apa yang akan dilakukan setiap langkah hidupnya.

Langkah demi langkah di lorong yang gelap akan memberikan sebuah jawaban yang berarti. Lanjutkan jalanmu dan raih mimpimu. Jangan sampai menyerah dalam lorong-lorong kehidupan yang sangat tak adil dan penuh kemunafikan ini.

Mimpimu tak akan kamu raih jika kamu duduk-duduk manis seperti ini terus. . Hancurkan jalan terjal yang ada di depanmu, lawan dengan kemampuan dan nikmati hasilmu!!!
Percayalah pada diri sendiri. Lakukan yang menurutmu baik, yakin dan ikuti kata hatimu!

Semoga Alam dan Tuhan memberkati kita semua.

Tulisan di atas seperti kata-kata Motivator yang sering muncul di televisi ya? Hehe.

***

Manusia di tengah perjalanan yang sedang mencari jatidiri tepat di tanggal kelahiranku ini, serta umurku yang genap duapuluh tahun. Semoga dengan bertambahnya usiaku ini, aku bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Salam dari kota “Metropolutan” Jakarta
Mesin-mesin pemburu yang muntahkan sombong.

Cheers!!!

Keterangan: – gambar dari : http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRIhf21A5pLuBRzUqcPTnF6tmPRvgh7k1X9xw9-QVXLDVzEC3BMl7ZixQ

oleh Robit Mikrojul Huda

Jakarta, 22 Januari 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s