Menunggu Kehancuran

Menunggu Kehancuran

Kiamat

Kata itu membuat kebanyakan manusia di jagat raya ini takut. Di kitab suci agama Islam yaitu Al-Qur’an, Kiamat digambarkan sangat menakutkan. Gunung meletus memporak-porandakan pepohonan,hewan, manusia dan seisi bumi. Tak cukup dengan gunung, matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat itu
turun ke bumi dan membakar isi bumi dengan panas dari maha panas. Gempa bumi,Tsunami dan entah apalagi, tak ada yang bisa menghindari itu. Di hari itujuga manusia tak ada yang bisa menolong manusia yang lainnya. Maka wajar kalau kebanyakan manusia di bumi pada takut.

Dalam kitab suci itu (Al-Qur’an), tak ada satu orang pun yang tahu kapan itu terjadinya kiamat. Jam berapa, tanggal berapa dan tahun berapa. Disitu hanya ditunjukkan kiamat terjadi pada hari jumat. Dalam kitab suci itu memberikan tanda-tanda kiamat.

Adapun tanda-tanda kiamat menurut Al-Qur’an sebagai berikut:

    1. Waktu terasa amat cepat berputar
    2. Banyaknya perzinahan dan sekarang seolah-olah sudah menjadi sesuatu hal yang biasa atau lumrah
    3. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
    4. Munculnya banyak binatang aneh. Mungkin kita sering melihat laporan berita di televise mengenai binatang berwajah aneh atau binatang memiliki kaki aneh.
    5. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah SAW tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.
    6. Turunnya nabi Isa AS ke permukaan bumi ini.
    7. Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan di permukaan bumi ini, yaitu apabila mereka Berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
    8. Gempa bumi di Timur. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.
    9. Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan
    terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia
    dan negara-negara Amerika Latin.
    10. Terbitnya matahari dari sebelah barat dan tenggelam di sebelah timur. Hal tersebut merupakan kebalikan dari keseharian matahari terbit dari timur dan tenggelam dari sebelah barat.

Kalian pasti masih ingat dengan tragedi Tsunami beberapa waktu silam di Aceh. Gempa mengguncangkan seisi kota serambi Mekah itu, air dari laut menerjang apa saja yang ada di depannya, mobil,rumah,kapal,manusia dan masih banyak lagi. Ketika kejadian itu aku masih sangat dini untuk mencari tahu apa itu Tsunami, saat itu aku berumur sebelas tahun. Gempa dan Tsunami yang terjadi di Aceh itu juga bagian dari kiamat, kiamat dalam skala yang kecil. Puluhan ribu manusia dengan sekejap meninggalkan kita (wafat). Setiap mata melihat dan kaki melangkah para korban tragedi itu ada. Seakan kota Aceh yang mayoritas penduduknya beragama Islam itu menjadi kota yang sunyi, para korban yang selamat menangis dan mencari keluarganya, teman serta siapa saja yang ia kenal berharap masih hidup. Di sudut-sudut kota bangkai mobil, rumah dan lainnya menjadi saksi kedahsyatan tragedi itu.

Itu di atas (gempa dan Tsunami di Aceh) hanya sebagian contoh kecil saja. Dan masih banyak tragedi-tragedi di belahan dunia ini yang lebih memembuat kita takut akan kedahsyatan bencana alam, gunung meletus, tanah longsor, puting beliung dan lain-lain.

Kita sebagai manusia jangan percaya dengan ramalan-ramalan tentang kapan terjadinya kiamat. Kalau kalian benar-benar beragama Islam harusnya tak takut dengan ancaman kiamat yang terjadi di tahun 2012 lalu. Dan itu juga berlaku yang beragama beda (bukan Islam). Hanya isu! Dan tak perlu khawatir.

Lagu Tony Q Rastafara yang berjudul “Bumi Menunggu” sebenarnya menjadi “tamparan” bagi kita dalam menjalani kehidupan yang samakin lama semakin lupa dengan alam. Sedkit lirik lagunya

“Bumi Menunggu”

Lumpur hitam telah mengahntui
Kesucian pasir pantai sirna
Hutan-hutan kehilangan rindang
Sampah plastik menari-nari

Sawah ladang tinggal sejengkal
Kelaparan bukan berita baru
Air hujan kirimi duka
Kering kemarau sebarkan duka

Kenapa kita tak mau belajar?
Dari berita bencana masa lalu
Akankah selalu salahkan Tuhan?
Bumi menunggu kasih sayangmu
Cinta kita

Eling lan waspodo
Eling lan waspodo

Yang pasti kiamat itu terjadi dan bumi pasti akan hancur. Entah kita tidak tahu kapan terjadinya. Apakah nanti,besok, 10 tahun lagi, 100 tahun lagi bahkan 1000 tahun lagi. Kita harus siap kapan saja! Tapi yang pasti kita sebagai manusia harus menjaga alam, lingkungan sekitar dan buat para mafia-mafia kayu yang tak tahu malu hentikan penggundulan hutan kami !!! kalau masih berlanjut, Kiamat itu pasti datangnya lebih cepaaaat!!!

Salam.

keterangan:

    1. Lirik laguTony Q “Bumi Menunggu” dari: http://cinta-reggae.blogspot.com/2011/01/lirik-tony-q-rastafara-bumi-menunggu.html
    2. Tanda-tanda Kiamat dari: http://akujalanterus.blogspot.com/2012/10/tanda-tanda-kiamat-menurut-al-quran.html
    3. Gambar dari: http://1.bp.blogspot.com/-k7Wn_-5-aEI/T8OWtJNQf1I/AAAAAAAACuc/CSR2rGtqR1Y/s320/kfc-hutan.jpg
    4. [Eling lan waspodo = Ingat dan waspada]

oleh Robit Mikrojul Huda
Follow my Twitter @RobitMH
Jakarta, 10 Januari 2013

Advertisements

2 thoughts on “Menunggu Kehancuran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s