Desa dan Kota

Desa dan Kota

Mungkin banyak manusia disini (kota) tak terlalu memikirkan tentang alam, masa bodoh dengan alam. Ngapain aku susah-susah menjaga alam? ( hutan, hewan, air,sungai,pegunungan dll) kan Tuhan sudah mempunyai takdir tentang itu. Lagian kalau aku pingin melihat alam yang indah tinggal liburan ke tempat wisata yang menyuguhi tentang alam.

Bagi mayoritas orang yang hidup di desa(petani) mereka menggantungkan hidupnya pada hasil alam / bumi. Makan dan minum langsung mengambil dari sekitar pekarangan rumah. Segala macam sayur-mayur mengelilingi tempat tinggal mereka. Air pun tidak sulit mereka dapatkan, air yang segar dan bening langsung mengalir dari pegunungan. Ketika malam hawa dingin menjalar ke tubuh, mereka menghangatkannya dengan wedang Teh, Kopi,dan Jahe . betapa mudahnya mereka mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Kehidupan yang alami dan tentram. Penduduknya ramah tamah dan sangat manusiawi.

Bertolak belakang dengan kehidupan di kota-kota besar, apalagi Jakarta. Kehidupan disini seakan tak ada hentinya, buruh pabrik yang setiap pagi berangkat dengan wajah yang penuh kantuk, waktu pulang pun malam dengan badan lemas, tenaga diperas seperti robot. Tidak sampai disitu,ketika sampai di kontrakan / kostan mereka kalau mandi masih menunggu antrian. Kamarmandi umum yang kecil dan airnya sering ngadat.tengah malam perut lapar, mau masak nasi dan lauk-pauk pun sudah tak sanggup karena kelelahan. Akhirnya makannya Mie Instan yang tinggal direbus itu. Makan Mie itupun sudah sangat enak bagi mereka. Setiap bulan setelah mendapat gaji bingung untuk membayar hutang disana-sini. Untuk membayar sewa rumah, membayar air, listrik yang setiap tahun naik itu tapi sering mati lampu, membayar SPP anaknya yang mencekik leher dan masih banyak lagi. Jalanan di Jakarta sangat padat oleh mobil dan motor yang membuat polusi udara. Udara yang kotor membuat pernafasan menjadi sesak. Serta gedung yang tinggi dan angkuh berjejer setiap kaki melangkah. Anak-anak membawa balita di gendonggannya diajak mengamen di perempatan di bawah lampu berwarna tiga macam (merah kuning dan hijau) itu. Entah mereka punya orangtua atau tidak. Pengendara mobil dengan wajah yang “jijik” melihat pengamen itu seperti bukan manusia. Memang, penampilan para pengamen itu dekil,kotor dan tak terurus, tapi dalm hati mereka yang dalam, mereka sebenarnya juga tak ingin seperti itu. Ingin menjadi manusia yang seutuhnya yang tidak dipandang sebelah mata.

Sampah plastik berserakan menumpuk dimana-mana, seperti gunung di tengah kota. Sungai pun airnya hitam dipenuhi sampah dari segala jenis sampah. Gang-gang kecil tak teratur. Ketika musim hujan tiba, air menggenangi jalanan, menuju perumahan yang kecil dan padat. Banjir sudah menjadi teman bagi mereka. Sudah tak kaget lagi bila banjir datang. Akankah kehidupan di kota kota besar di Indonesia (terutama Jakarta) akan seperti ini terus? Atau tambah semakin mengerikan?

Kalau seperti ini terus dan tak ada perubahannya dipastikan 10 tahun,15 tahun kedepan kota Jakarta (dan kota lainnya) akan menjadi tampat yang mengerikan.

Ini hanya secuil cerita tentang kota(terutama Jakarta). kota dimana setiap tahunnya bertambah penduduknya. Kota dimana para berkumpulnya cukong-cukong,Kota dimana koruptor dihormati, kota dimana sekumpulan manusia berdebat lantang untuk membela rakyatnya (entah beneran atau hanya akting).

Secuil juga cerita tentang desa, semoga alam semakin diperhatikan dan dijaga seluruh penduduknya serta manusia-manusia yang ada di perkotaan.

Semoga Jakarta dan kota-kota lain ke depannya tidak menjadi kota yang “mengerikan”. Semoga menjadi kota yang indah dipandang, bersih,banjir tidak menghampiri mereka lagi, transportasi umum semakin tertata, dan manusia-manusianya penuh senyum kebahagiaan.

Note : Gambar desa dipotret oleh Robit Mikrojul Huda di Desa Pulo, Karang Banyu, Widodaren, Ngawi. Tanggal 6 Desember 2012 pukul 15:46. Sedangkan gambar kota berlokasi di depan WTC Mangga Dua Jakarta. Tanggal 5 Januari 2013 pukul 17:14

Oleh Robit Mikrojul Huda

@RobitMH
Jakarta, 6 January 2013

Baca lanjutan Disini : Desa dan Kota part 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s